Perampokan memang selalu datang di saat yang tak terduga. Begitu pula
peristiwa yang terjadi kemarin siang sekitar pukul 13.30 di Jalan
Melati VI Nomor 1, Bumi Malaka Asri, Duren Sawit, Jakarta.
Siang
itu, Nora Yuliyanti (38), yang berprofesi sebagai pramugari, baru saja
turun dari mobil Suzuki APV berwarna silver miliknya. Saat ia baru akan
melangkah ke dalam rumah, tiba-tiba datang seseorang yang langsung
menodongkan pistol ke dadanya.
"Ujung pistol ada di antara payudara saya. Dia tidak galak, dia justru ngomong
ramah, 'Mana tasnya", sambil melihat dada saya. Begitu tas mau
direbut, saya lempar ke pembantu saya yang ada di dalam rumah, sambil
berteriak memanggil pembantu saya. Tetapi, seorang pria lain yang datang
menyusul dengan sepeda motor, menghampiri saya juga. Saya baru sadar
ini perampokan," kata Nora saat ditemui wartawan di rumahnya, Jumat
(29/1/2010) siang.
Nora meyakini, ada empat orang pelaku dalam
peristiwa naas itu. Mereka yang datang tidak bersamaan, menggunakan dua
buah motor bebek berwarna merah. "Pembantu saya dikejar masuk rumah.
Saya justru keluar dan berteriak, 'Rampok-rampok'. Akhirnya
berdatanganlah tetangga. Sayang tas dan seluruh isinya sudah diambil
perampok yang kabur," sebutnya.
Lucunya, Nora yang kini
mempunyai dua anak itu mengaku menyesal karena perampok tak melakukan
kekerasan. "Soalnya, saya biasanya spontan. Kalau dia mendadak memukul,
saya pasti balas memukul. Tapi perampoknya sabar, jadi saya tidak
bertindak spontan," tuturnya.
Saat sebelum kejadian, Nora baru
mengambil uang dari Bank Mandiri Buaran. Total kerugian akibat
perampokan ini mencapai Rp 70 juta. Berdasarkan rilis pihak Polsek Metro
Duren Sawit, salah satu di antara tersangka bahkan sempat melepaskan
satu kali tembakan ke udara.
Perempuan yang saat ditemui
mengenakan celana pendek itu mengaku tidak melaporkan kasus ini kepada
polisi. Meski demikian, polisilah yang datang ke rumahnya atas laporan
pengurus RW setempat. Saat ini kasus ini masih dalam penanganan pihak
kepolisian.
No comments:
Post a Comment