Ujang Lili, 42, warga Desa Cibitung, Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa
Barat, bunuh diri dengan cara melompat dari lantai dua Rumah Sakit Umum
Daerah (RSUD) Leuwiliang.
Ujang bunuh diri diduga karena
frustasi atas penyakit asmanya yang tak kunjung sembuh. Aksi bunuh diri
Ujang ini membuat pasien, suster dan dokter rumah sakit itu kaget.
Apalagi mereka melihat korban tewas dengan luka parah di kepala.
Kapolsek
Leuwiliang, Komissaris Djumangin mengatakan, korban bunuh diri karena
frustasi dengan penyakit asmanya yang tak kunjung sembuh. Korban sudah
sering bolak-balik dirawat di rumah sakit.
"Penyakit asma ini sejak kecil," ungkapnya, kepada wartawan, Senin 10 Januari 2011.
Dia
mengatakan, pada pukul 01.00 WIB, sebelum terjun di kamar 3B, Ujang
sempat minta ayahnya, Tirta, 71 tahun, untuk membuka jendela dengan
alasan udaranya panas.
Namun, setelah jendelanya dibuka, Ujang yang memiliki anak satu ini
meminta ayahnya agar tidur di salah satu kasur pasien yang kosong.
Ayahnya
tak curiga. Namun saat Tirta tidur di kasur kosong, ternyata Ujang
meloncat. Tirta sempat menarik anaknya, tapi yang terpegang cuma
kakinya. Ia tak kuat, akhirnya terlepas juga.
Kini, polisi telah
memeriksa tiga orang yang menunggui korban. Mereka adalah Tirta, Iyah
(ibu korban) dan anak Ujang, Muharomah. "Korban sudah depresi berat
karena penyakitnya itu,” tegasnya.
Laporan: Ayatullah Humaeni | Bogor
• VIVAnews
No comments:
Post a Comment